Thursday, July 13, 2006

cc,Liter, debit, cubit...ngocor ga sih ?

Dapet dari sini nih

Dua Mitra Swasta PAM Jaya Kecewa Tarif Air Minum Tidak Naik

Penulis: Heni Rahayu

JAKARTA--MIOL: Dua mitra swasta PAM Jaya, PT Thames PAM Jaya (TPJ) dan PT Lyonnaisse Jaya (Palyja), menyatakan kekecewaan mereka atas keputusan Gubernur DKI Jakarta yang tidak menaikkan tarif air minum.

Menurut kedua mitra PAM Jaya itu, batalnya kenaikan tarif air minum yang merupakan bagian dari implementasi Penyesuaian Tarif Otomatis (PTO) akan mengurangi kemampuan investasi pihak swasta.

Mereka menyatakan kecewa dan kaget dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang tidak menaikkan tarif air minum. Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama Palyja Bernard Lafrogne dan Direktur Hubungan Eksternal dan Komunikasi PT Thames PAM Jaya, Ramses Simanjutak saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (6/7).

Bernard Lafrogne mengatakan pihaknya terpaksa mengurangi biaya investasi pada tahun 2006.

''Tahun ini, kami siapkan investasi sebesar Rp162 miliar. Sampai pertengahan tahun, kami sudah gunakan separuh dana tersebut. Dan sekarang, kalau tarif air tidak naik, kami akan memakai dana investasi untuk memenuhi biaya operasional yang makin meningkat,'' kata Bernard.

Bernard juga menyebutkan biaya operasional seperti penyediaan air baku, gaji karyawan, listrik saat ini terus meningkat. Ia mencontohkan, kenaikan tarif air curah dari Tangerang yang naik sekitar 20 persen. Kemudian, kenaikan tarif air baku dari Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II sekitar 22 persen.

''Kenaikan tarif air minum semester II ini memang harus dilakukan karena sebelumnya kami telah merencanakan investasi yang ditujukan untuk mengurangi kebocoran dan menambah jaringan pipa,'' ujar Bernard.

Saat dihubungi terpisah, Direktur Hubungan Eksternal dan Komunikasi PT Thames PAM Jaya Ramses Simanjutak mengatakan pihaknya tidak memprediksikan tidak adanya kenaikan tarif air minum pada kuartal II 2006.

''Padahal PTO itu kan sudah disepakati rumusannya. Kalau tidak naik, maka kemampuan investasi berkurang dan akibatnya peningkatan pelayanan kepada pelanggan juga akan lebih menurun lagi,'' ujar Ramses Simanjutak.

Ia mengatakan penyesuaian tarif air minum yang merupakan implementasi PTO seharusnya konsisten dilakukan sampai akhir 2007. Penyesuaian tarif air minum setiap enam bulan sekali seharusnya dilakukan agar pihak swasta dapat terus meningkatkan pelayanan.

''Penyesuaian tarif air minum dan peningkatan pelayanan pelanggan bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Bagaimana mau meningkatkan pelayanan kalau investasinya kurang,'' tanya Ramses.

Ramses melanjutkan, peningkatan pelayanan bukan hanya fokus pada tingkat kebocoran hingga kini mencapai 51 persen. Alasan Pemprov DKI yang tidak menaikkan air karena pelayanan buruk dan tingkat kebocoran yang tinggi, sangat tidak masuk akal.

''Kehilangan air atau air yang tidak menjadi uang itu pasti selalu ada, karena tidak mungkin kebocoran nol persen. Dan kalau Badan Regulator mengatakan kebocoran air mengakibatkan kerugian sebesar Rp80 miliar, itu hitungannya dari mana?'' ujar Ramses.(Ray/OL-03)


Komen gue :

Terlepas dari semua hal mengenai kenaikan tarif....gue suka bingung kok bisa yah Air itu bayar ? Maksud gue kok ada tarif air curah dan tarif air baku....gue kaga ngerti nih.Somebody please help me to understand this.Air kan di kali banyak...untuk menyaring dan menjadikan air tersebut layak di pakai memang butuh biaya,makanya kita bayar...tapi kok yah Air yang sebagai modal utama harus bayar ?? jadi Air itu punya sapa sih ? jangan2 nanti hujan di tarif sama Tuhan bisa repot.

Trus gue punya pengalaman pake Air PAM di kost...ada airnya jam 4 pagi...kalau udah jam 8 pagi kering kaga mengalir, ibu kost gue bangun subuh2 buat nyalahin air di bak mandi dan yang kuliah siang biasanya tidak mandi hihihihihihihi....nasib dah.

Gue yakin nih banyak yang ngalamin kaya begini.Belom lagi yang airnya kaga ngalir tapi meterannya jalan terus karena isinya gas yang dipompakan aduh ampyunnnn..emang jelek sih pelayanannya...sok bener bilang investasi ini itu...ck...ck...ck.

Satu lagi yang paling tidak masuk akal...katanya Perusahaan Air Minum..tapi kok airnya kaga bisa di minum ? kudu dimasak dulu atau di saring ?...mendingan diganti jadi Perusahaan Air (yang katanya) Bersih...atau PAB.

Jezzz...gue sarkatis banget yaks ? Tapi memang begitulah problematika bermasyarakat.

Keliatannya beginilah hal yang biasa terjadi di Indonesia tercinta ini.

6 comments:

dee said...

airnya gretong, tapi pipa yang ngebawa ke rumah loe kan gak bisa gretong.
tapi emang tuh, tetap aja airnya gak bisa diminum. Gak kayak di luar negeri. Huu....
udah gitu, mending airnya bagus kualitasnya. Dipake buat mandi gak gatel aja udah bagus.

Hannie said...

hehehee... pengennya kayak di negara2 maju noh, air luber sampe di jalan aja orang juga bisa minumin.

gratisssssssssss..... hiks.

coba kalo di sini, lo minum aer dari ledeng rumah sendiri ajah, alamat cacingan dahhh :D

Anonymous said...

bang sondi, aye juga punya masalah yang sama tuh soal air. udah beberapa hari ini aye bangun subuh buat nongkrongin air. padahal pan aye kaga tidur sore2, jadinya bablas kagak tidur demi air tercinta. huhuhu.

tapi bagusnya sih, aye pake air tanah biasa, itu loh yang pake pompa aja, kagak langganan PAM apalagi PAB, hehehe.

deti said...

hehehehe iya yah, PAM kan kepanjangannya perusahaan air minum, gue aja baru sadar. kenapa dinamain gitu yah. terus, bau kaporitnya itu loh kadang2 yang menyengat dan airnya warnanya agak2 putih gituh. syeremm

uut, said...

mending buat sumur sendiri deh sont :P,free ........

Diva said...

hehe di batam air pam ga bisa di minum,ingat setelah 2 thn tinggal di batam,,gigiku smua rusak,udah aernya jg suka ngadat plus kuniiiiiiiiiiiiiiing banget,masa sih aer pam pake harus di saring gelo banget kan!

kadang pgn bikin pipa dr blanda ke rumah mama di batam hahaha,biar ga usah masak2 air,sambil mandi bisa minum,,, gara2 kebiasaan ini aku sakit di indo,lupa kalau air mandi di indo ga bisa di minum :)) hancur dah