Monday, January 14, 2013

A new responsibility

"Today i will walk, with my hand in God"

Hari ini adalah hari pertama gue menjabat jadi Choir Director.The same choir i joined 8 years ago.
Gak pernah terpikir ketika diajak Widya untuk join choir ini gue bakalan terpilih jadi directornya, bahkan gak pernah kepikir gue bakalan bisa or betah ada di sana sebagai salah satu anggotanya.

Kalau flashback , ada di masa2 gue gak pengen pergi choir, ada masa2 gue berhenti, or hiatus di choir itu.Walapun, akhirnya balik lagi karena ada kerinduan di sana.Bukan cuma sama anggotanya, tetapi juga bernyanyi dan mengorbankan sedikit waktu dan tenaga untuk melayani sesama dan kemuliaan Tuhan.

Bagi gue member TCI is a member for life.Once a TCI always a TCI.They all have a special place in my heart. Being a new director seems an obvious choice for me (wehehehehe sombong).Tapi, (long pause) gue mau karena Cinta.....iya...karena Ce I eN Te A (kaya bagindas aje).

Semoga ga ada yang berfikir bahwa gue kesenengan dan pengen jadi Choir director, karena itu berarti Nasib Choir yang sudah berumur lebih daripada umur gue ini ada di tangan gue.The rise and fall of an organisation in the hands of their leader.Well, at least itu yang gue baca dari bukunya John C Maxwell.banyak harapan dan impian terlintas sekarang ini...hopes and dreams.

Harapan

1. Gue berharap semua anggota sadar, bahwa kedisiplinan adalah modal dalam kehidupan,gak cuman di dalam organisasi...apalagi organisasi non profit kaya gini.
2. Prioritas, Gue bertahun-tahun di ajarkan bahwa prioritas 1 itu Tuhan, kedua Keluarga, ketiga adalah Usaha/Pekerjaan. Walaupun harus strugle to keep the balance...ya kaya jugling an invisible ball. I always try my best.
3. Sacrifice, Gue benar2 berharap bahwa para member TCI sadar bahwa mereka mengorbankan sesuatu untuk Tuhan, bukan untuk organisasi yang gak ada duitnya semacam TCI ...apalagi buat gue.
4. "Benih yang sudah di tabur tidak pernah kembali sia sia" . Ini perkataan teman gue mengenai bagaimana kita bekerja untuk Tuhan.Even thou it seems useless at the first.Hukum pareto akan berlaku di organisasi manapun, 80% yang elo lakukan akan sia2 dan 20% nya yang akan mendatangkan hasil yang melimpah.Masalahnya kita harus berikan 100% baru bisa dapet yang 20%nya.
5. Keluarga, gue percaya bahwa kalau di setiap keluarga pasti ada friksi...tapi Cinta lebih besar dan mengalahkan segalanya...given time and information.Begitu juga gue ingin ada di TCI, nilai sebuah keluarga...saling memiliki dan saling mengerti kelemahan dan kekuatan masing2 anggotanya.
6. Accontable, Hal yang paling sulit yang gue geluti day to day, kemampuan untuk menyelesaikan apa yang sudah gue mulai atau gue sanggupi.tapi ternyata accountable lebih luas dari itu. Kemampuan untuk bisa di Andalkan....iya....bisa diandalkan no question ask....what ever it takes for the Glory of the Lord.....bukan glory of TCI or ....me.

Dreams

1. Pengen buat konser lagi untuk TCI.
2. Pengen ikut lomba Choir, What get measure get done.Apa yang bisa di ukur bisa di selesaikan dan di kembangkan.Lomba adalah ajang untuk mengukur diri.
3. Album berikutnya....2 hari rekaman membawa dimensi baru untuk TCI...dan membawa prespektif baru untuk gue di TCI....i would love to do it again.
4. TCI bisa nyanyi lagu pop dengan aransemen Choir...entah kenapa gue terobsesi dengan ini.Mungkin rada gak cocok dengan visi dan misi member yang lain....oleh karena itu mungkin Small willing group at first.hanya inin memperkaya Musikalitas dari TCI ajah....kalau emang member yang dateng rada pagian...bisa mulai nge JAM bareng.....dengan catatan pemain organnya juga dateng hehehehhehe.Then again yang kaya gini butuh komitmen extra dari komitmen yang sudah "susah" di penuhi.
5. Sekelumit alkitab, yang diadakan mungkin 10 menit sebelum latihan di mulai....gue emang bukan orang yang religius...tapi gue suka baca dan mendengar tentang refleksi alkitab dari orang lain.

In the end, its going to be a long and hard Journey.....dan mungkin sesuatu yang gue gak suka......tapi harus gue lakukan.

Being Serious is Exhausted (itu dia kenapa gue jarang mau keliatan serius), tapi jabatan Choir director adalah hal yang serius.....melelahkan.
Kalau melihat pendahulu gue..dalam 5 tahun masa jabatannya sering gue melihat dia menangis....frustasi...lelah.....bingung...marah.....and thats what i will get by being the next Choir Director.Semoga para member mengerti bahwa ini bukan Choir Sondi....tapi Choir Immortal.And i got to do what i got to do to keep it....to stay... IMMORTAL.

No comments: