From Catholicism to Gili danda
It is a blessing for me to be able to meet two people that have a super power over me, the power to change me.
First is Sukmo, his super power is just being there, yup, his presence.
I remember one time, i got a big fight with my mom when i was staying at his house, i just cry my heart out about it, and he just sit there right next to me doing nothing.
The second person is the lady in the picture, she is 82 years old and still buy 10 pcs of kite and fly it by herself.
Her superpower is her wisdom, i have known her for almost 30 years (next year that is). She is like my second mom, more or less she made me who i am today. Sukmo did that too but with his own way.
Her superpower is her wisdom, i have known her for almost 30 years (next year that is). She is like my second mom, more or less she made me who i am today. Sukmo did that too but with his own way.
I just met her again today for so many years.She lived in Australia, at senior home (of her choice). She is my mentor, from faith, social life, personal development, business and pepesan kosong LOL.
Today kita ngobrol tentang alasan kenapa dia balik ke Indonesia sama apa yang gue lakukan selama ini. Lanjut obrolan pelayanan di gereja, the why and the how. She is very active indeed. Belajar main okulele pada umur 82 tahun jeeez louis.
Trus kita ngobrol tentang Bunda Maria tentang trinitas, soo much insight yang bisa gue pake buat kontemplasi pribadi, semuanya dijelaskan macam gue anak SD, she have a knack to explain big things into a small chewable pieces, entah itu bakat atau memang terlatih.
Obrolan beralih ke bisnis, dia tanya gimana progressnya, gimana tiba-tiba gue jadi guru. Gue juga nanya kenapa dia jual bisnis dia yang di Indonesia, she is a succesful business woman by the way. Dia juga ceritain bisnis dia yang sekarang di Australia, gila dah energynya, gue minder abis.
Trus dia lungsurin buku-buku bekas dia ke gue (tentu saja kuterima dengan senyum sumringah).
Dia juga bercerita (sambil nunjukin kenapa ada layangan 10 biji di kamar dia) historynya kenapa dia (masih) senang naikin layangan.
Dia pernah tinggal di Jerman, disana dia juga sempet ke kite festival bersama orang yang lebih tua 12 tahun dari dia dan bermain layangan disana. Trus orang tua itu menunjukan permainan yang sering dia mainkan saat kecil di India bernama Gili danda. Guest what ? Ibu Tris tau permainan itu, karena sejak kecil dia juga main permainan sama di kampung Temanggung.Ibu Tris cerita bahwa dia juga menemukan permainan tersebut dimainkan di kutub utara, she was there waiting for a boat to take her to south Europe.Nama permainan itu adalah Patil /Petak Lele.
BOOM Blew your mind, akhirnya kita nanya gemini permainan itu sebenarnya ada dimana ajah sih?
Trus kita baca sambil ketawa-ketawa ngakak karena obrolan gak penting.But our laughter, it is really precious moment for me and i realize that i missed her so much.

No comments:
Post a Comment